Semarak penyelenggaraan kurikulum 2013 di sekolah – sekolah maju di Indonesia sangat menyita perhatian. Berbekal tekad yang kuat, menteri Pendidikan, M. Nuh terus memompa semangat seluruh sekolah yang dianggap siap menyelenggarakanya tetap istiqomah. Meski pada kenyataanya banyak sekolah yang kebingungan dalam prakteknya. Salah satu upaya penyiapan yang dilakukan Pemerintah adalah dengan mengadakan diklat.

Khusus sekolah yang ada di Malang selatan, Pemerintah daerah yang bekerjasama dengan VEDC dan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen menyelenggarakan diklat implementasi kurukulum 2013 ( K13) di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Alasan pemilihannya, karena sekolah yang dipimpin Drs. Tri Harijoto, M.Pd merupakan sekolah yang menjadi pilot project Diknas Kabupaten Malang dalam penerapan K-13 di Kabupaten Malang. Secara materi dan mental dianggap siap dan cukup berpengalaman selama dua tahun penyelenggaraan.

Menurut salah satu panitia Diklat dari Dinas Pendidikan, pak Slamet Toni, diklat ini bertujuan untuk mensosialisasikan pendidikan peminatan dibidang Kimia, Fisika, Biolagi, Sosiologi, dan Ekonomi yang diadakan oleh VEDC. Acara ini dilaksanakan selama lima hari di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Jumlah peserta Diklat adalah 204 Guru, meliputi Guru-guru SMA, SMK se-Malang raya, baik Negeri atau Swasta. Menurut pak Toni, diadakan acara ini diharapkan para Guru dapat mengimplementasikan K-13 sesuai dengan  ilmu yang didapatkan dari implementasi tersebut. Serta dapat merubah mind set (pola fikir) siswa dalam pembelajaran sehari-hari. “Agar ada perubahan dalam pola fikir siswa dalam belajar. Karena dalam K-13 ini bertujuan dengan lebih mengaktifkan siswa dari pada gurunya,” paparnya. Pak Toni mencontohkan, seperti halnya persentasi, seorang siswa dibekali tata cara persentasi agar  siswa jika di bangku perkuliahan atau di lingkungan kerja yang menuntut untuk presentasi lebih terbiasa.

Ibu Yaya dari SMAN 1 Bululawang (Pemater)i  Ibu Entik SMKN 2 Turen (Pemateri)

Ibu Endang Nur Aini dari SMAN 1 Ngantang menyatakan, kegiatan selama lima hari ini adalah sarana mendapat informasi tentang K-13 dan penerapannya. Ibu Endang berharap, semoga para guru bisa menerapakan k-13 dalam pembelajaran sehari-hari.

Diatanya soal SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Ibu berpostur tinggi ini menyatakan bahwa secara umum SMKM 1 Kepanjen sudah baik, tetap dipertahankan kedisiplinannya. “saya suka sekolah ini, seperti para siswa waktu jam sholat berbondong-bondong pergi untuk sholat di masjid sekolah. Tidak semua sekolah bisa menyelenggarakannya kok,” tukasnya. “Prestasi yang didapatkan cukup banyak. Tetapi juga harus melihat potensi pesaing. Terutama dalam kemajuan teknologi,” sarannya mengakhiri wawancara. Wahyu (Kreasimu Crew)

DSC_0046